Tampilkan postingan dengan label Surakarta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Surakarta. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 Februari 2017


Makan bakmi, mungkin sudah biasa. Tapi Bakmi Toprak?? Apa itu???
Yaa, bakmi yang satu ini adalah sajian bakmi (bihun dan mie kuning) ditambahkan dengan tauge, kol/kubis, tempe dan tahu goreng, potongan daging sapi plus koyornya, gatot goreng, cakwe, sosis basah, ditambah pelengkap santap makan karak (lempéng) yang diberikan kuah bening yang gurih ditaburi dengan seledri dan bawang goreng. Wuiih terbayang kan luar biasanya bakmi yang satu ini. Nama bakmi toprak bisa juga berasal dari banyaknya komponen yang terdapat dalam bakmi ini. Meskipun banyak tapi semua komposisi itu saling melengkapi dan meng-extraordinary-kan sajian yang satu ini.
Gizi lengkap bisa didapatkan dari bakmi toprak ini, karbohidrat, protein, lemak, maupun serat dan vitamin komplit tersedia.
Jangan sayangkan uang Rp 15.000-Rp 20.000 untuk menikmati sajian ini yaa…
0

Sabtu, 14 Januari 2017



Cincau hijau merupakan salah satu minuman tradisional yang telah dinikmati masyarakat

Indonesia sejak dahulu. Cincau hijau bisa dinikmati dengan kombinasi santan dan larutan gula

merah dalam keadaan dingin, sehingga memberikan sensasi segar. Hal tersebut menjadikan

minuman cincau hijau sangat cocok disajikan pada siang hari yang terik. Di Indonesia, para

penjual es cincau hijau menjual dagangannya dalam gerobag di pingir jalan raya atau berkeliling

dari satu tempat ke tempat lain. (PKMT UGM, 2016)

Di Jogja terdapat keunikan tersendiri dalam penyajian cincau hijau. Selain itu terdapat beberapa

penjual cincau hijau yang sudah legendaris. Ingin menikmati segelas cincau hijau otentik ketika

ke jogja? Silahkan hubungi kami
0




Pecel merupakan hidangan yang terdiri dari sayuran seperti wortel, bayam, kol, taoge dan kacang

panjang yang direbus kemudian disiram dengan sambal kacang yang dibumbui bawang putih,

kencur, gula merah, cabai rawit, daun jeruk purut, , asam jawa, dan garam. Hidangan ini hampir

sama dengan karedok, lotek maupun gado-gado yang menggunakan bumbu kacang sebagai

dressing. Perbedaannya terletak pada komposisi sayuran yang digunakan dan cara

menyajikannya.

Sampai sekarang asal mula pecel masih belum diketahui karena di beberapa daerah seperti

Madiun, Kudus dan Semarang juga memiliki hidangan pecel dengan khas masing-masing.

Sebagian masyarakat menyebutkan bahwa pecel berasal dari daerah Jawa Timur, tepatnya di

Madiun. Kota Ponorogo di perkirakan sebagai awal mula dari bumbu pecel, karena di kota

tersebut terdapat makanan sate Ponorogo menggunakan bumbu kacang untuk pelengkap

makanan tersebut. (PKMT UGM. 2015)

Ingin menikmati sajian pecel ala Yogyakarta? Silahkan hubungi kami 
0



Wedang Ronde, begitulah minuman ini disebut oleh orang Indonesia. Minuman ini melekat kuat

di semua lapisan masyarakat Indonesia terutama masyarakat Jawa. Ketika musim hujan tiba,

minuman ini sangat dicari untuk menangkal dinginnya cuaca. Tidak hanya musim hujan,

minuman ini juga sangat cocok untuk mengusir dinginnya malam yang menusuk tulang. Banyak

orang mengatakan minuman ini adalah minuman kesehatan, sehingga ketika badan mulai terasa

“meriang”, wedang ronde menjadi salah satu rujukan sebagai penawarnya.

Wedang Ronde merupakan gabungan dari kuah hangat dengan bola-bola ketan. Dalam bahasa

Jawa, minuman hangat biasa disebut dengan “wedang”, dan bola-bola ketan disebut dengan

“Ronde”. Oleh karena itu, minuman ini disebut dengan Wedang Ronde, walaupun ketika kita

menyantapnya tidak hanya ronde saja yang berada di dalam kuah minuman ini, ada pula roti

tawar potong, kolangkaling, dan kacang tanah goreng. Cita rasa yang khas dari minuman ini

adalah rasa pedas jahe yang kuat pada kuah sehingga dapat menyulap badan yang menggigil

menjadi hangat dan bugar. Jika melihat bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatannya,

sangat tepat ketika Wedang Ronde disebut minuman kesehatan oleh masyarakat. (PKMT UGM.

2015)

Tak lengkap rasanya ke Jogja tanpa menikmati semangkung wedang ronde. Hubungi kami untuk

menikmati wedang ronde legendaris di Jogja 
0



Trancam merupakan makanan khas Jawa tengah yang terdiri dari sayuran segar seperti ketimun,

taoge, daun kemangi, kacang panjang muda dan daun lempuyang yang disajikan dengan parutan

kelapa berbumbu.Jika dianalogikan dengan Negara barat, trancam merupakan saladnya

Indonesia. Salad terdiri dari sayuran segar yang dicampur dengan saus mayonnaise sedangkan

trancam dicampur parutan kelapa yang dibumbui dengan kencur, bawang putih, daun jeruk

purut, gula pasir dan garamyang semuanya telah ditumbuk halus.

Kombinasi rasa manis dan sedikit rasa langu trancam sangat cocok disajiakan bersama dengan

nasi hangat dan lauk pendamping lain seperti ikan, tempe atau tahu goreng .Hidangan ini

umumnya dimakan pada siang hari sesaat setelah diracik. (PKMT UGM. 2015)

Hubungi kami untuk mencicipi kenikmatan trancam Jogja beserta cerita sejarahnya 
0

Kamis, 12 Januari 2017


Adalah kedua putri dari pasangan Hoo Gek Hok dan Tan Giok Lan berhasil meneruskan keberhasilan orangtuanya. Serabi Solo Yang terus eksis dengan keunggulan citarasa gurih dan manis yang  pas beserta tekstur lembut namun tetap legit. Dahulu, sebenarnya serabi bermula dari kue apem. Lho, kok bisa? Bisa banget karena kedua kudapan ini berasal dari olahan tepung beras. Bedanya serabi diolah selain dengan tepung beras juga ada santan, gula pasir, garam, dan daun pandan. Hasilnya kudapan istimewa yang sekarang dibuat varian original dan coklat sebagai sajiannya.
Penampilan para mas-mas peracik serabi lengkap dengan deretan peralatan tradisional yang hadir tepat di bagian depan outlet serabi tak akan kalah menarikmu untuk segera membeli kudapan khas Surakarta yang satu ini. Asupan kalorimu cukup diasup dengan mengonsumsi beberapa serabi ini, so jangan ragu untuk membelinya, kawan….
Sediakan budget sekitar Rp 13.500-Rp 25.000 untuk membawa kotak serabi yang kamu mau dan tidak akan kamu dibuat kecewa.
Selamat mencoba!
0





Terhidang dengan kentang, wortel dan buncis yang dipadupadankan dengan telur dan tentunya daging sapi has dalam masak semur, diguyur dengan kuah kecap berbumbu adalah identitas dari selat Solo ini.
Bukan merupakan olahan asli Surakarta namun telah mengalami akulturasi resep dari Belanda. Yaa, beefsteak asal Eropa yang dipanggang itu beradaptasi untuk lidah jawa menjadi selat Solo yang berkuah. Konon, akulturasi ini terjadi saat Belanda menduduki Surakarta pada saat penjajahan dulu. Gizi  yang diasup dari makanan ini mayoritas adalah protein dari daging dan telur, namun karbo juga bisa diasup dari kentang rebus dan keripik kentangnya. Serat diperoleh dari wortel, buncis dan bawang bombay yang melengkapi.
Sajian ini bisa dinikmati dengan merogoh kocek Rp 18.000-Rp 25.000
0

Rabu, 11 Januari 2017





Tengkleng
Makanan khas dan asli Surakarta lainnya Tengkleng. Yang satu ini tak kalah spesial. Diolah dari tulang belulang kambing yang masih sedikit berdaging dan jerohan kambing, dibumbui rempah lengkap seperti  kemiri, ketumbar, merica, jintan, jahe, kunyit, lengkuas, bawang merah, bawang putih, kayu manis, cengkeh, serai, daun jeruk purut, asam jawa, cabai merah dan kapulaga dalam santan.
Terbayang kan sensasi sedap lezat makanan yang satu ini. Memang tengkleng sarat dengan protein dan lemaknya tentu saja. Namun penikmat bisa memesan lalap seperti kubis dan tomat untuk membantu menetralkan lemak. Tak lupa ada es jeruk yang selalu setia menemani jika dipesan bersama tengkleng. Dengan Rp 25.000-Rp 30.000 penikmat sudah bisa menyantap thengkleng ini.
0

Author

FoodTouristic Yogyakarta ID